Rabu, 19 Oktober 2016

KEWIRAUSAHAAN

            Kewirausahaan (entreprenuership) berasal dari bahasa Prancis yang artinya perantara, jadi kewirausahaan (entreprenuership) adalah suatu proses untuk menciptakan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang ada di dalamnya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi, dan cara-cara baru. Terdapat tiga jenis perilaku yang terdapat pada kewirausahaan (entreprenuership). Tiga jenis perilaku yang terdapat pada kewirausahaan (entreprenuership) dapat dijelaskan sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Memulai inisiatif
b.        Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial atau ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis.
c.         Diterimanya resiko dan kegagalan.
Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada saat masa revolusi industri pada akhir abad kedelapan belas. Masa revolusi industri pada akhir abad kedelapan belas merupakan era produksi dengan menggunakan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap yang ditemukan oleh James Watt, mesin pemintal benang yang ditemukan oleh Richard Arkwringht dan penemuan-penemuan lainnya. Orang-orang tersebut sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan penemuan untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan dari output industri yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru (milalanasution, 2014).
Wirausahawan dunia modern pertama kali mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa dari wirausahawan tersebut mempunyai tidak uang, dan bukan berasal dari golongan bangsawan. Para wirausahawan tersebut berasal dari kelas menengah kebawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama para wirausahawan tersebut adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi wirausahawan tersebut. Para wirausahawan tersebut percaya pada nilai kerja yang dilakukannya. Para wirausahawan tersebut tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan utama yang ingin dicapai. Kunci penting bagi seorang wirausahawan yaitu inovasi (milalanasution, 2014). Seorang wirausahawan mempunyai karakteristik tersendiri. Menurut Mc Clelland Karakteristik wirausahawan dapat dijelaskan sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Keinginan untuk berprestasi
b.        Keinginan untuk bertanggung jawab
c.         Preferensi kepada resiko-resiko menengah
d.        Persepsi kepada kemungkinan berhasil
e.         Rangsangan oleh umpan balik
f.         Aktivitas energik
g.        Orientasi ke masa depan
h.        Keterampilan dalam pengorganisasian
i.          Sikap terhadap uang
Terdapat hal untuk menentukan potensi kewirausahawan (karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi) sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Kemampuan inovatif
b.        Toleransi terhadao kemenduaan (ambiguity)
c.         Keinginan untuk berprestasi
d.        Kemampuan perencanaan realistis
e.         Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
f.         Obyektivitas
g.        Tanggung jawab pribadi
h.        Kemampuan beradaptasi
i.          Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Menurut Mc Clelland, terdapat 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi tujuan ekonomi. Tujuan ekonomi dijelaskan sebagai berikut (Rnrian, 2011).
a.         Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach)
Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach) adalah dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Contohnya yaitu seorang karyawan yang berusaha untuk mencapai prestasi tertinggi di perusahaan. Karyawan tersebut perlu mendapatkan pengakuan dari lingkungannya terhadap prestasi yang didapatkannya tersebut.
b.        Kebutuhan berafiliasi (n Afill)
Kebutuhan berafiliasi (n Afill) adalah suatu hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang aman dan akrab. Contohnya yaitu seorang murid di dalam kelas berkeinginan untuk mempunyai hubungan erat atau bersahabat dengan teman-teman kelasnya, karena dengan terpenuhinya kebutuhan berafiliasi (n Afill) maka kebutuhan manusia dalam bersosialisasi dapat terpenuhi.
c.         Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) adalah suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Contohnya yaitu seorang karyawan yang ingin menjadi pemimpin, memiliki ide-ide untuk menang terhadap lingkungan kerjanya.
            Terdapat 7 sumber gagasan dalam identifikasi peluang baru. Sumber gagasan dalam identifikasi peluang baru dapat dijelaskan sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Kebutuhan akan sumber penemuan
b.        Hobi atau kesenangan pribadi
c.         Mengamati kecenderungan-kecenderungan
d.        Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
e.         Mengapa tidak terdapat?
f.         Kegunaan lain dari barang-barang biasa
g.        Pemanfaatan produk dari perusahaan lain
Analisa peluang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Unsur dasar analisa peluang pokok dapat dijelaskan sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Biaya tetap
b.        Biaya variabel
c.         Biaya total
d.        Pendapatan total
e.         Keuntungan
f.         Kerugian
g.        Titik pulang pokok
Pemilihan bentuk perusahaan merupakan langkah awal dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Terdapat tiga bentuk-bentuk kepemilikan perusahaan. Bentuk-bentuk kepemilikan perusahaan dapat dijelaskan sebagai berikut (Agri, 2013).
a.         Pemilikan tunggal/perseorangan (firma)
Pemilikan tunggal/perseorangan (firma) adalah salah satu bentuk perusahaan yang dimiliki oleh seseorang, maju mundurnya perusahaan tergantung sepenuhnya kepada si pemilik usaha tersebut. Keuntungan pemilikan tunggal/perseorangan (firma) yaitu mudah dalam memulai usaha, adanya kebebasan, fleksibilitas dan kerahasiaan lebih terjamin. Kekurangannya yaitu tanggungjawab pemilik tidak terbatas, kelangsungan usaha kurang terjamin, sumber keuangan terbatas, kesulitas dalam manajemen, dan kurang kesempatan berkembang bagi karyawan.
b.        Kongsi
Kongsi adalah suatu perserikatan yang terdiri dari dua orang atau lebih untuk mengadakan usaha bersama untuk mencari keuntungan. Keuntungannya yaitu formalitas hukum dan pengeluaran-pengeluaran lebih sedikit dibandingkan dengan persyaratan-persyaratan dalam pendirian perseroan, para rekanan termotivasi untuk menerapkan kemampuan terbaik karena ikut mendapatkan laba, lebih mudah mendapatkan modal besar dan memiliki keterampilan yang lebih luas dibandingkan firma, dan pengambilan keputusan lebih luas dibandingkan perseroan. Kerungiannya yaitu terdapat kewajiban tak terbatas minimal bagi seorang rekanan, dapat berakhir kapan saja dan dapat dilanjutkan dengan membentuk kongsi baru, kongsi relatif sukar untuk memperoleh modal dalam jumlah besar dibandingkan perseroan, dan rekanan merupakan agen bisnis itu dan tindakan kongsi mengikat rekanan lain.
c.         Perusahaan perseroan
Perusahaan perseroan adalah jenis organisasi bisnis paling rumit, biasanya dibentuk dengan kekuasaan dari sebuah badan pemerintah dan harus menurut hukum dagang dan peraturan-peraturan pemerintah pusat maupun daerah. Keuntungannya yaitu kewajiban terbatas hanya dalam jumlah saham, kepemilikan dengan mudah dipindahkan keorang lain, memiliki ekstensi hukum terpisah, ekstensi perusahaan relative lebih stabil dan permanen sehingga perusahaan dapat berjalan melaksanakan usahanya, pendelegasian kekuasaan pada manajer profesional dan perseroan sanggup menggaji spesialis. Kerugiannya yaitu kegiatannya dibatasi oleh akte pendirian sesuai hukum dan perundangan, banyak peraturan pemerintah yang harus diperhatikan, membutuhkan biaya yang besar dalam pendiriannya dan pajak yang tinggi karena adanya berbagai instasi pemerintah.
Sumber daya manusia adalah individu-individu dalam organisasi kewirausahaan yang dapat memberikan konstribusi. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia adalah sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Perekrutan karyawan
b.        Seleksi calon karyawan
c.         Pelatihan karyawan
d.        Penilaian hasil kerja
Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut. Tahap-tahap proses seleksi adalah sebagai berikut (Harmadi, 2016).
a.         Penyaringan pendahuluan dari rekaman, berkas data dan lain-lain
b.        Wawancara pendahuluan
c.         Tes kecerdasan (intelegence)
d.        Tes bakat (aptitude)
e.         Tes kepribadian (personality)
f.         Rujukan prestasi (performance references)
g.        Wawancara dianostik
h.        Pemeriksaan kesehatan
i.          Penilaian pribadi



Referensi:
Nasution Milala. 2014. Kewirausahaan. Diunduh di http://milalanasution.wordpress.com/2014/03/21/kewirausahaan/ pada tanggal 19 Oktober 2016.
Rnrian. 2011. Teori Motivasi Berprestasi. Diunduh di http://rnrian.blogspot.co.id/2011/04/teori-motivasi-berprestasi-david-mc.html?m=1 pada tanggal 19 Oktober 2016
Agri. 2013. Bentuk-Bentuk Kepemilikan Perusahaan. Diunduh di http://agri25.blogspot.co.id/2013/07/bentuk-bentuk-kepemilikan-perusahaan.html?m=1 pada tanggal 19 Oktober 2016.
Harmadi, Ashur. 2013. Kewirausahaan. Diunduh di http://ashur.staff.gunadarma.ac.id/Download/files/27036/kewirausahaan%20sebelum%20UTS.ppt pada tanggal 19 Oktober 2016




Selasa, 21 Juni 2016

TUGAS SOFTSKILL REKLAMASI

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Pengetahuan Lingkungan

Tugas ini di upload oleh:

Nama    : Violita Elgiana
Kelas     : 3ID08
NPM     : 39413162

Tugas Pengetahuan Lingkungan ini berjudul:
"Kajian Reklamasi di Teluk Jakarta"


Tugas Pengetahuan Lingkungan tersebut dapat diunduh disini

Rabu, 30 Maret 2016

Pengertian Ilmu Lingkungan Menurut Para Ahli

    Ilmu lingkungan adalah bidang akademik multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu fisika, biologi, kimia, ekologi, ilmu tanah, geologi, sains atmosfer, dan geografi untuk mempelajari lingkungan, dan solusi dari permasalahan lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan interdisipliner yang terintegrasi dan kuantitatif untuk mempelajari sistem lingkungan.
  Bidang terkait untuk dipelajari yaitu pembelajaran lingkungan dan teknik lingkungan. Pembelajaran lingkungan menggabungkan berbagai ilmu sosial untuk memahami hubungan antar manusia, persepsi, dan kebijakan mengenai lingkungan. Teknik lingkungan fokus pada desain dan teknologi untuk meningkatkan kualitas lingkungan di berbagai aspek. Ilmuwan lingkungan bekerja pada subjek seperti memahami proses yang terjadi di bumi, mengevaulasi sistem energi, kendali dan mitigasi polusi, manajemen sumber daya alam, dan efek dari perubahan iklim. Masalah lingkungan seringkali mencakup interaksi proses fisika, kimia, dan biologis.
   Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
           Ilmu lingkungan adalah ekologi yang menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan adalah ekologi terapan. Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara jasad hidup (termasuk manusia) dengan dengan lingkungannya.
                Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.

Pengertian dari Ilmu Lingkungan dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti berikut:

  • Iowa State University: Environmental science is an interdisciplinary academic field that integrates physical and biological sciences, (including but not limited to Ecology, Physics, Chemistry, Biology, Soil Science, Geology, Atmospheric Science and Geography) to the study of the environment, and the solution of environmental problems. Environmental science provides an integrated, quantitative, and interdisciplinary approach to the study of environmental systems (Anonim, 2011).
  • Menurut Soerjani, dkk (2006), ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia) yang dilandasi dengan kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai ilmu pengetahuan murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk mendasari, mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia.
  • Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu  yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan merupakan penjabaran atau terapan dari ekologi.
  • National Center for Education Statistics di Amerika Serikat mendefinisikan ilmu lingkungan sebagai: Program yang fokus pada aplikasi prinsip biologi, kimia, dan fisika untuk mempelajari lingkungan fisik dan solusi dan permasalahan lingkungan, termasuk subjek seperti meredakan atau mengendalikan polusi dan degradasi lingkungan; interaksi antara masyarakat dan lingkungan alam; dan manajemen sumber daya alam. Termasuk kaidah permodelan dalam biologi, kimia, fisika, ilmu kebumian, klimatologi, statistik, dan matematika
  • JONNY PURBA : Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai
  • St. MUNAJAT DANUSAPUTRA: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
  • EMIL SALIM: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
  • PROF DR. IR. OTTO SOEMARWOTO: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati  yang mempengaruhi kehidupan kita
  • S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organism.
  • PROF. DR. ST. MUNADJAT DANUSAPUTRO, SH: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
  • SRI HAYATI: Ilmu lingkungan hidup adalah ilmu yang mempelajari tentang kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya



Sabtu, 12 Desember 2015

TUGAS METODE PENELITIAN PENERAPAN DISTRIBUSI NORMAL

Tugas ini dibuat untuk mrmrnuhi tugas softskill Metode Penelitian

Tugas ini di upload oleh:

Nama    : Violita Elgiana
Kelas    : 3ID08
NPM     : 39413162

Tugas Metode Penelitian ini berjudul:
"Tugas Metode Penelitian Penerapan Distribusi Normal Terhadap Berat Bersih Permen Coklat Pada PT NARA REZKA"

Tugas Metode Penelitian tersebut dapat diunduh disini

Jumat, 06 November 2015

Laporan Penelitian Ilmiah Menggunakan Hipotesis

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Metode Penelitian

Tugas ini di upload oleh :

Nama    : Violita Elgiana
Kelas    : 3ID08
NPM     : 39413162

Thesis yang di upload berjudul :
"Meningkatkan Keterikatan Kerja Melalui Intervensi Terhadap Kegiatan Berbagi Pengetahuan - Studi Mengenai Asesor Unit Kerja XYZ di PT. ABC Indonesia"

Thesis tersebut dapat di download disini

Sumber : Meyer, Aldira G. 2012. Meningkatkan Keterikatan Kerja Melalui Intervensi Terhadap Kegiatan Berbagi Pengetahuan - Studi Mengenai Asesor Unit Kerja XYZ di PT. ABC Indonesia. Depok: Universitas Indonesia. Diunduh di http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20307923-T%2031403-Meningkatkan%20keterikatan-full%20text.pdf

Kamis, 29 Oktober 2015

Matriks Kebutuhan Pelanggan




Matriks Kebutuhan Pelanggan




Selasa, 29 September 2015

Falsafah Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Ilmu Pengetahuan

Falsafah Ilmu Pengetahuan

1.    Pengertian Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
a.    Pengertian Filsafat
Terdapat banyak pengertian filsafat menurut para ahli. Berikut ini adalah pengertian filsafat menurut para ahli :
1)   Menurut Paul Nartorp (1854-1924)
Filsafat ialah sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar yang hendak menentukan suatu kesatuan pengetahuan manusia dengan cara menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya).
2)   Menurut Imanuel Kant (1724-1804)
Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang menjadi suatu pokok serta pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya itu tercakup empat persoalan.
3)   Menurut Notonegoro
Filsafat adalah menelah (memilah atau memilih) hal-hal yang dijadikan sebagai objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap dan tidak berubah, yang disebut dengan hakekat.
4)   Menurut Driyakarya
Filsafat adalah sebagai perenungan sedalam-dalamnya mengenai sebab-sebabnya ada serta juga berbuat, prenungan mengenai suatu kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan”.
5)   Menurut Sidi Gazalba
Berfilsafah adalah mencari kebenaran dari suatu kebenaran dan untuk kebenaran, mengenai segala sesuatu yang dipermasalahkan, dengan berfikir secara radikal, sistematik serta juga universal.
Arti filsafat dari beberapa ahli tersebut dapat dirangkum menjadi, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi dasar dari mencari kebenaran dari suatu kebenaran dan untuk kebenaran, mengenai segala sesuatu yang dipermasalahkan, dengan berfikir secara radikal, sistematik serta juga universal.
b.    Pengertian Ilmu Pengetahuan
Terdapat banyak pengertian ilmu pengetahuan menurut para ahli. Berikut ini adalah ilmu pengetahuan menurut para ahli :
1)   Menurut J. Haberer (1972)
Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yang merupakan kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam masyarakat.
2)   Menurut J.D. Bernal (1977)
Ilmu pengetahuan adalah suatu pranata atau metode yang membentuk keyakinan mengenai alam semesta dan manusia
3)   Menurut E. Cantote (1977-1992)
Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempuyai makna dan metode.
4)   Menurut Sutrisno Hadi
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang-orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bagunan yang teratur.
5)   Menurut Mohammad Hatta
Ilmu pengetahuan adalah ilmu yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut hubungannya dari dalam.
Arti ilmu pengetahuan dari beberapa ahli tersebut dapat dirangkum menjadi, ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia atau kumpulan dari pengalaman-pengalaman yang merupakan kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam masyarakat.

2.    Hubungan Antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Hubungan Antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan dapat dijelaskan melalui tabel sebagai berikut :
Filsafat
Ilmu Pengetahuan
Objeknya luas dan universal
Objeknya terbatas
Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. Mencari prinsip-prinsi umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan
Segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti
Memberikan pemahaman mendalam, sebab-sebab terakhir
Memberikan pemahaman tentang sebab-sebab yang terbatas
Memberikan sintesis kepada ilmu pengetahuan
Menerima landasan kerja dari filsafat
Berfikir menyeluruh
Berfikir perspektif atau paradigmatik
Bertugas memberikan jawaban
Bertugas mengitegrasikan ilmu-ilmu

3.    Manusia dan Ilmu Pengetahuan
Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan mempunyai beberapa kelebihan dari makhluk lainnya yaitu mempunyai akal dan pikiran, dengan adanya akal dan pikiran manusia dapat terus berusaha untuk selalu terus berusaha untuk menambah dan mengumpulkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang didapatkan oleh manusia karena usahanya dimanfaatkan untuk memelihara bumi ini agar terhindar dari kerusakan, karena manusia ditunjuk oleh Tuhan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia mendapatkan ilmu pengetahuan dari pengalaman (empiris) dan juga logika (rasional). Pengamalan diolah oleh manusia melalui logika yang dimilikinya sehingga menghasilkan suatu ilmu pengetahuan. Tidak selamanya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dapat bermanfaat, ada juga ilmu pengetahuan manusia yang dapat menimbulkan suatu permasalahan.
Kemampuan manusia dalam mengembangkan pengetahuan tidak lepas dari penalaran manusia itu sendiri. Manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan karena adanya kemampuan berbahasa yang dimiliki manusia untuk mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan juga karena adanya kemampuan berpikir menurut alur kerangka berpikir tertentu yang disebut dengan penalaran.

4.    Kelahiran Ilmu Pengetahuan Modern
permulaan abad ke-14, di Eropa di mulai perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak zaman itu sampai sekarang Eropa menjadi pusat kemajuan ilmu pengetahuan dan umat manusia pada umumnya. Permulaan perkembangannya dicetuskan oleh Roger Bacon (1214-1294) yang menganjurkan agar pengalaman manusia sendiri dijadikan sumber pengetahuan dan penelitian. Copernicus, Tycho Broche, Keppler dan Galileo merupakan pelopor dalam mengembangkan pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman tersebut.
Perkembangan ilmu pengetahuan menjadi sangat mantap dan pesat setelah ditulisnya buku yang berjudul Novum Organum oleh Francis Bacon (1560-1626) yang mengutarakan tentang landasan empiris dalam mengembangkan pengetahuan dan penegasan ilmu pengetahuan dengan metodenya.
Bila dilihat dari segi metodologi dan psikologi maka seluruh ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada:
a.      Pengamatan dan pengalaman manusia yang terus menerus
b.      Pengumpulan data yang terus menerus dan dilakuakan secara sistematis
c.       Analisis data yang ditempuh dengan berbagai cara.
d.      Penyusunan model-model atau teori-teori, serta penyusunan ramalan-ramalan sehubungan dengan model itu.
e.      Percobaan untuk menguji ramalan tersebut.
Percobaan ini akan menghasilkan beberapa kemungkinan, diantaranya: benar atau salah. Jika terbukti salah, terbuka kemungkinan untuk mencari kesalahan berfikir, sehingga terbuka juga kemungkinan untuk memperbaikinya. Dengan demikian ilmu pengetahuan modern memiliki suatu sistem yang didalamnya terkandung mengoreksi diri, yang memungkinkan ditiadakannya kesalahan demi kesalahan secara bertahap menuju kebenaran. 

Penelitian dan Ilmu Pengetahuan

1.    Pengertian Penelitian Ilmiah
Terdapat banyak pengertian penelitian ilmiah menurut para ahli. Berikut ini adalah pengertian penelitian ilmiah menurut para ahli :
a.    Menurut Hill Way
Penelitian ilmiah adalah meode studi ysng sifatnya itu mendakam serta penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk dapat membuat pemecahan masalah.
b.    Menurut Parson
Penelitian ilmiah adalah suatu pencarian dari segala sesuatu yang dilakukan dengan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya yang dilakukan pada masalah-masalah yang bisa dipecahkan dengan menggunakan penelitian.
c.    Menurut Donald Ary
Penelitian ilmiah adalah suatu penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah didalam memperoleh suatu informasi yang berguna serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
d.   Menurut Woody
Penelitian ilmiah merupakan metode untuk dapat menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian tersebut juga meliputi pemberian definisi serta redefinisi terhadap suatu masalah, membuat formulasi hipotesis / mengadakan uji coba yang sangat hati-hati dari segala kesimpulan yang digunakan dalam menentukan apakah kesimpulan itu sesuai dengan hipotesis.
e.       Menurut John
Penelitian ilmiah merupakan pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas didalam menemukan suatu hubungan antara fakta serta menghasilkan hukum tertentu.
Arti penelitian ilmiah dari beberapa ahli tersebut dapat dirangkum menjadi, penelitian ilmiah adalah metode studi yang sifatnya mendalam, yang mengkaji masalah didalam memperoleh suatu informasi yang berguna serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

2.    Hubungan Penelitian dengan Ilmu Pengetahuan
Tanpa penelitian ilmu pengetahuan tidak akan berkembang dan membuat solusi atas suatu masalah sulit. Penelitian dan ilmu pengetahuan mempunyai kaitan yang sangat erat. Penelitian digunakan untk kebutuhan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang apabila tanpa penelitian. Penelitian ialah cara yang tepat untuk menemukan solusi suatu masalah dan untuk mendapatkan ilmui pengetahuan.
Penelitian sebagai sistem ilmu pengetahuan mempunyai peran penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan. Penelitian mempunyai kemampuan untuk meng-update ilmu pengetahuan untuk menjadi up-to-date dalam aplikasinya dalam masyarakat. Penelitian belum dapat memulai suatu proses ilmiah baru sebelum mendapatkan masukan dari ilmu pengetahuan. Titik awal penelitian adalah ilmu pengetahuan.

3.    Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah
Proses penelitian ilmiah dilakukan melalui tahap-tahap yang tersusun secara sistematis dan berurutan yang menggambarkan suatu siklus sebagaimana berlaku dalam metode ilmiah. Langkah pertama dalam penelitian ilmiah adalah memilih masalah. Banyak membaca literatur ataupun mangemati lingkungan sekitar, dapat membantu bagi seorang peneliti untuk munculnya suatu masalah penelitian. Fokus pada masalah-masalah yang cukup dikenal, difahami dapat memberikan kemudahan untuk memberikan isi yang jelas dan kongkrit, serta dapat merumuskan metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan. Faktor-faktor dalam memilih masalah adalah kemajuan ilmu pengetahuan, faktor waktu, tenaga, biaya serta kemampuan yang ada pada peneliti.
Langkah kedua dalam penelitian ilmiah adalah mengadakan studi eksploratorik. Mengadakan studi eksploratorik merupakan upaya yang harus ditempuh dalam melakukan penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah secara sistematik dan intensif. Studi eksploratik dapat dilakukan dengan cara studi dokumentasi, penggunaan informan, ataupun mangamati secara empirik, cara-cara tersebut diharapkan mampu memperoleh data atau informasi awal untuk dijadikan dasar untuk melaksanakan penelitian.
Langkah ketiga dalam penelitian ilmiah adalah merumuskan masalah dalam hubungan teori dan anggapan dasar. Langkah ini menjelaskan tentang darimana pelaksanaan penelitian, bagaimana hubungan teori dengan permasalahan, apa problematiknya, pandangan toritik, penjelasan umum serta dasar-dasar lainnya perlu dipertegas agar jelas dan mudah diteliti. Anggapan dasar perlu disusun sebagai titik tolak pemikiran yang kebenarannya dapat diterima.
Langkah keempat dalam penelitian ilmiah adalah merumuskan hipotesa atau petanyaan penelitian. Hipotesa dirumuskan dalam bentuk-bentuk pertanyaan atau pernyataan dan untuk setiap hipotesa diusahakan adanya penjelasan-penjelasan seperlunya, kecuali apabila penjelasan-penjelasan itu telah tercantum secara eksplisit dalam uraian yang mendahului perumusan hipotesa. Perumusan hipotesa sangat penting dalam penelitian ilmiah, karena perumusan ilmiah adalah dasar sebagai jawabam sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hiposeta tidak selamanya digunakan pada penelitian yang sifatnya hanya mengumpulkan data, tetapi dapat dijabarkan kedalam pertanyaan penelitian.
Langkah kelima dalam penelitian ilmiah adalah menetapkan teknik untuk menguji hipotesis. Teknik pengujian hipotesis digunakan untuk menguji validitas hipotesis. Teknik pengujian hipotesis yang tepat akan menghasilkan analisis data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah keenam dalam penelitian ilmiah adalah menentukan agenda penelitian. Agenda penelitian merupakan jadwal yang menunjukan rencana-rencana kerja. Penyusunan jadwal kegiatan harus realistik, sehingga tidak ada satu kegiatan pun yang tertinggal. Penyusunan jadwal yang terperinci dapat diketahui waktu penelitian yang diperlukan. Agenda penelitian dapat dijadikan rujukan untuk melaksanakan penelitian, sehingga agenda penelitian dapat dijadikan patokan tentang waktu dan kegiatan yang harus dilaksanakan. Agenda penelitian sebaiknya disusun dari mulai studi eksploratorik sampai penyusunan laporan akhir, sehingga dapat merupakan satu kesatuan kerja atau kegiatan secara menyeluruh.
Langkah ketujuh dalam penelitian ilmiah adalah mengumpulkan data. Mengumpulkan data merupakan langkah pelaksanaan penelitian dalam rangka pengukuran atau pengujian hipotesa. Pengumpulan data di lapangan, kadang-kadang tidak sesuai dengan agenda yang sudah ditentukan, sehingga harus mempunyai cara untuk mengatasinya.
Langkah kedelapan dalam penelitian ilmiah adalah mengolah data. Mengolah data merupakan upaya yang kongkrit untuk membuat data yang sudah dikumpulkan dapat berbicara. Data yang sudah terkumpul harus dijabarkan kedalam kalimat secara terorganisir yang mampu menjawab hipotesa atau pertanyaan penelitian yang sudah disusun. Data dapat diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis komparatif, analisis prediktif, analisis causal. Analisis deskriptif, yaitu data yang sudah Anda peroleh dijabarkan ke dalam kalimat dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, selanjutnya analisis komparatif yaitu data diterjemakan ke dalam kalimat dengan membandingkan antara data yang satu dengan data yang lainnya yang ada kaitannya. Analisis prediktif yaitu data diterjemahkan ke dalam kalimat untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang berdasarkan data yang ada. Analisis causal yaitu data diterjemahkan ke dalam kalimat untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.
Langkah kesembilan dalam penelitian ilmiah adalah menyimpulkan hasil. Langkah kesembilan merupakan proses penyimpulan yang didasarkan atas segala data yang sudah diolah. Kesimpulan merupakan pembuktian, pengujian atau penilaian terhadap apa yang diteliti. Kesimpulan yang disusun harus tertuju pada penelitian itu sendiri, yaitu pada hipotesa atau pertenyaan penelitian. Setiap kesimpulan harus memperlihatkan garis hubungan yang langsung dengan hipotesa atau pertanyaan penelitian, tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik diluar hipotesa atau pertanyaan penelitian, apalagi diluar data yang terkumpul.
Langkah kesepuluh dalam penelitian ilmiah adalah mengumpulkan hasil laporan. Laporan diupayakan mencakup setiap langkah yang dilalui. Laporan yang lengkap berfungsi untuk mempermudah orang lain dalam memahami kesimpulan penelitian.

Referensi :
http://www.pendidikanku.net/2015/04/pengertian-filsafat-menurut-para-ahli.html
https://santriw4n.wordpress.com/2010/02/23/pengertian-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan/
http://www.cakrawayu.org/artikel/8-i-wayan-sukarma/57-filsafat-ilmu.html
http://repository.unikama.ac.id/104/
http://ilhami08.student.ipb.ac.id/2010/06/19/memahami-hubungan-manusia-dan-pengetahuan/
http://arfan-exist.blogspot.co.id/2009/04/kelahiran-pengetahuan-alamiah-modern.html 
http://www.pendidikanku.net/2015/07/pengertian-penelitian-menurut-para-ahli.html
http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_2.pdf